Presiden JAWAS Ingatkan Pentingnya Kedewasaan dan Etika dalam Berorganisasi

Radar Warga
0


RadarWarga | Mojokerto — Presiden JAWAS (Jawa Asli), Mr. SH, menyoroti praktik berorganisasi yang dinilainya masih menyimpang dari nilai-nilai dasar kelembagaan. Ia menegaskan bahwa pemahaman terhadap struktur dan visi organisasi tidak cukup jika tidak dibarengi dengan sikap dewasa, etika, dan kepatuhan terhadap mekanisme yang berlaku.

Dalam keterangannya, Mr. SH menyampaikan bahwa masih terdapat individu yang membawa nama lembaga secara terbuka, namun dalam pengambilan keputusan justru mengedepankan kepentingan pribadi tanpa koordinasi dan musyawarah internal. Kondisi ini dinilai berpotensi merusak tatanan organisasi secara perlahan.

Menurutnya, kemunduran sebuah organisasi sering kali bukan disebabkan oleh minimnya sumber daya atau lemahnya regulasi, melainkan karena dominasi ego yang mengabaikan prinsip kolektif. Ketika sistem tidak dihormati, maka fungsi lembaga akan kehilangan legitimasi dan kepercayaan anggotanya.

“Organisasi tidak boleh dijadikan sarana pembenaran ambisi personal. Setiap langkah dan keputusan harus melalui prosedur yang telah disepakati bersama agar tujuan lembaga tetap terjaga,” ujarnya.

Mr. SH menambahkan bahwa kedewasaan berorganisasi tercermin dari kemampuan mengendalikan ego, sementara profesionalisme berlembaga ditunjukkan melalui ketaatan pada aturan dan struktur. Ia menekankan bahwa kepemimpinan sejati bukan diukur dari keberanian bertindak sendiri, melainkan dari kemampuan menjaga proses dan mendengarkan pandangan bersama.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh unsur organisasi untuk memperkuat budaya koordinasi, mengedepankan musyawarah, serta menempatkan kepentingan lembaga di atas kepentingan individu. Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga marwah dan keberlanjutan organisasi.

Menutup pernyataannya, Presiden JAWAS menegaskan bahwa organisasi yang kuat lahir dari kesadaran kolektif, disiplin bersama, dan tanggung jawab yang dijalankan secara konsisten.

“Nama lembaga adalah amanah yang harus dijaga dengan etika dan akal sehat, bukan digunakan sebagai tameng untuk bertindak sepihak,” pungkasnya.

(Red RadarWarga hr)

Tags

Post a Comment

0 Comments
Post a Comment (0)